08.31.09

7 Faktor Kebangkitan Peradaban Bangsa-bangsa

Ditulis dalam Ru'yah Syamilah tagged , pada 7:10 am oleh ikhwanword

New WorldBangsa yang sedang bangkit membutuhkan aturan, kaidah, ikatan emosi dan perasaan. Jama’ah Al-Ikhwan Al-Muslimun memiliki keyakinan bahwa di dunia ini tidak ada sebuah sistem yang mampu memberikan itu semua kecuali Islam. Dalam pandangan Al-Ikhwan, agama yang mulia ini memiliki prinsip-prinsip yang dibutuhkan bagi kehidupan berbagai bangsa dalam mencapai kebangkitan dan kebahagiaannya.

Islam mengandung spirit kebangkitan dan unsur-unsur kekuatan utama yang dibutuhkan oleh berbagai umat  berupa:

Pertama, harapan yang luas. Al-Qur’an mendidik umatnya agar senantiasa memiliki tekad, harapan dan ketetapan hati. Islam menganggap sikap putus asa dapat menghantarkan pada kekufuran, sedangkan pesimisme adalah salah satu bentuk kesesatan (lihat QS. 28: 5-6; 3: 139-140; 59: 2; 2: 214).

Kedua, kebanggaan dengan eksistensinya sebagai umat yang terbaik karena keiman, sehingga terpatri di dalam jiwanya kesiapan menebus kemuliaan dan kehormatan itu dengan darah dan nyawa mereka, bekerja demi kebaikan tanah air, kejayaan, dan kebahagiaannya (lihat QS. 3: 110; 2: 143; 63: 8).

Ketiga, keprajuritan. Bangsa-bangsa yang sedang meretas kebangkitan membutuhkan kekuatan. Putra-putranya harus ditempa dengan karakter keprajuritan ini untuk membela dan melindungi kebenaran (lihat QS. 8: 60; 2: 216; 4: 74; 61: 4).

Keempat, ilmu pengetahuan. Karena kekuatan saja tidak cukup. Dengan ilmu pengetahuan kekuatan akan menjadi seimbang dan terarah (lihat QS. 96: 1-5; 39: 9; 35: 27-28)

Kelima, pengelolaan ekonomi. Berkenaan dengan hal ini Allah SWT berfirman: “Janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.” (QS. An-Nisa, 4: 5). Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik harta adalah milik orang yang shalih.”

Ketujuh, aturan-aturan individu, keluarga, umat, rakyat, pemerintah, dan hubungan internasional.

Jama’ah Al-Ikhwan Al-Muslimun sejak awal berdirinya telah merumuskan misinya dengan jelas:

1. Membebaskan umat dari belenggu (kebijakan-kebijakan) politik dan berupaya membangunnya dari awal.

2. Menegakkan sistem islami yang komprehensif.

3. Melawan peradaban materialisme.

4. Memimpin dunia dan membimbing umat manusia.

Proyek peradaban islami yang dicita-citakan Al-Ikhwan merupakan proyek kemanusiaan universal yang bertujuan mewujudkan sebaik-baik ummat. Proyek ini membentang di cakrawala luas tanpa batas. Di dalamnya ada semangat kerja dan kreatifitas agar sejalan dengan gerak alam semesta dalam keserasian, harmoni, dan keseimbangan yang mencakup elemen ruh, akal, dan jasad. Proyek ini berpijak pada landasan iman yang menghubungkan antara langit dan bumi.

Tinggalkan sebuah Komentar