11.28.09
Haji Momentum Hilangkan Segala Perpecahan
Puji syukur kepada Allah. Shalawat beriring salam kepada Rasulullah Saw, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.
Yang kami cintai, para penunai haji ke rumah Allah, yang bertaubat (kembali) kepada Allah, meninggalkan rumah mereka, menghadapi segala rintangan dunia, untuk memenuhi panggilan Allah Swt.. Menuju haji dengan kerinduan, kecintaan, dan ketaatan akan perintah Allah. Berbondong-bondong mengumandangkan syiar memenuhi panggilan pencipta dengan bertalbiah: Labbaikallâhumma labbaik, labbaika lâ syarîka laka labbaik.
Assalâmu‘alaikum warahmatullâhi wabarakâtuh
Pada momen muktamar terbesar yang disaksikan dunia, pada Haji Wada’ Rasulullah Saw. berdiri tegak di hadapan lebih dari 100.000 muslim; umat yang disatukan oleh Islam, di mana sebelumnya mereka bergelimang antara kubang hitam perpecahan dan kobaran api fanatisme.
11.05.09
Jihad Adalah Jalan Satu-Satunya Untuk Kemerdekaan Al-Aqsha
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya
Zionis berhasil membuat hina bangsa Arab
Bahwa apa yang dilakukan oleh zionis sang perampas dalam berbagai kancah peperangan disekitar masjid Al-Aqsha dan pelatarannya yang penuh berkah merupakan salah satu agenda rencana zionis yang hina guna membangun haikal yang dituduhkan diatas reruntuhan masjid yang penuh berkah, dan sebagai salah satu konspirasi yang dilakukan melalui kekerasan dan perang oleh karena adanya kelemahan, kemunduran dan sikap yang rancu pada sebagian rezim pemerintah Arab dan Islam, diantaranya adalah pemerintah –boneka- Palestina di bumi yang terjajah, yang telah berjuang mengerahkan tenaganya untuk menghalangi pasukan pejuang dan mengaburkan aksinya, menangkapi para pelaku perjuangan, menyiksa para mujahidin bahkan berusaha merangkul kekuatan pasukan perlawanan dengan syarat berada dalam Negara kwartet intenasional dan mundur dari tsawabit Palestina, menerima penjajah zionis dengan bentuk yang tidak masuk akal.
10.16.09
Al-Quds dan Al-Aqsha… dan Konspirasi Yang Gagal
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Konspirasi atas bumi Palestina dan Masjid Al-Aqsha masih terus berlanjut
Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarga dan para sahabatnya dan orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya…
Bahwa babak konspirasi atas Arab dan umat Islam sangatlah besar, terutama atas bumi Palestina yang masih terus terjadi dan saat mulai terkuak kejahatannya, mulai terseingkap para pelaku dan peragu di dalamnya hari demi hari, dan diantara akhir yang tersingkap adalah adanya usaha pengkhianatan yang dilakukan melalui jalur pemerintahan –yang semestinya merupakan represntasi bangsa Palestina- dengan menarik atau menunda dialog dan pembicaraan atas keputusan hakim “Richard Goldstone”; tentang kejahatan perang yang dilakukan oleh Zionis terhadap warga Palestina di Gaza, di bawah pendengaran dan penglihatan dunia; untuk mengabaikan pemerintah –yang seharusnya adalah untuk Palestina- usaha yang terus menerus bagi ratusan lembaga dan yayasan serta ribuan para pembela hak-hak orang-orang yang mulia dari berbagai penjuru dunia, yang menanggung beban berat untuk menyiapkan tuntutan terhadap zionis, dan ketika mereka berhasil meraih perasaan dan mendapatkan dukungan secara mayoritas dari dewan Hak Asasi Manusia untuk keabsahan keputusan, dan berusaha menghadapi dan melawan tekanan zionis Amerika, sehingga dapat direalisasikan hukuman terhadap penjahat perang pada dua sisi busur atau paling sedikit dari salah satunya.
09.30.09
Sikap Resmi Al-Ikhwan Al-Muslimin Dalam Masalah Perempuan
Islam memandang bahwa di dalam diri laki-laki dan perempuan terdapat esensi insani, kesatuan ciptaan, kesamaan kehormatan, kemanusiaan, dan tanggungjawab. Karena perempuan adalah belahan dari laki-laki, dan prinsip yang berlaku di dalam hukum-hukum syari’at adalah kesamaan antara keduanya, kecuali dalam hal-hal yang dikecualikan oleh Syari’, dan itu sedikit jumlahnya. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan hanyalah perbedaan tugas. Merawat keluarga menjadi tugas pokok terpenting bagi wanita.
Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan kedudukan wanita di dalamnya. Bila ada kelebihan waktu dan tenaga, maka masyarakat punya hak atas wanita, dan wanita punya kewajiban untuk berpartisipasi bersama laki-laki. Ini adalah kewajiban yang terbatas ruangnya sesuai perbedaan kondisi wanita, kondisi masyarakat, dan fase-fase perkembangan masyarakat.

Oleh: Al-Ikhwan.net